|
|
|
Demi Kemuliaan Allah Yang Lebih Besar Para sahabat dalam Serikat Yesus Provinsi Indonesia : - 1. Fr. Yohanes Agus Setiyono, SJ
- 2. Fr. Yohanes Alis Windu Prasetya, SJ
- 3. Fr. Aloysius Maria Ardi Handojoseno, SJ
- 4. Fr. Odemus Bei Witono, SJ
- 5. Fr. Heribertus Dwi Kristanto, SJ
- 6. Fr. Yohanes Nugroho, SJ
- 7. Fr. Fortunius Parwoto, SJ
Juga sahabat kami dari SS.CC: - 8. Fr. Franciskus Xaverius Sambodo Sru Ujianto, SS.CC
Akan memerima tahbisan imamat dari tangan Mgr. I. Suharyo, Uskup Agung Semarang, pada hari Rabu 23 Juli 2008, pukul 09.00 Wib, di Gereja Katolik St. Antonius, Kota Baru - YOGYAKARTA. |
|
|
Injil Minggu Biasa XVII/A 27 Juli 2008 (Mat 13:44-52) |
|
MENCAPAI KEINGINAN
Rekan-rekan yang baik! Pokok pengajaran dalam serangkai perumpamaan dalam Mat 13 berkisar pada Kerajaan Surga. Ada perumpamaan mengenai penabur beserta penjelasan khusus bagi para murid; menyusul perumpamaan mengenai lalang dan gandum dan penjelasannya yang mengapit perumpamaan biji sesawi dan ragi. Setelah itu, seperti Injil Minggu Biasa XVII tahun A ini (Mat 13:44-52), ada tiga perumpamaan lainnya. Dua yang pertama mengumpamakan Kerajaan Surga sebagai harta yang ditemukan orang di sebuah ladang (Mat 13:44) dan sebagai mutiara yang dicari saudagar (13:46). Masing-masing menjual seluruh miliknya agar dapat membeli barang yang diinginkan itu. Dalam perumpamaan yang ketiga (13:47-52), Kerajaan Surga diumpamakan sebagai jala besar yang menangkap macam-macam ikan. Nanti ikan yang baik dimasukkan dalam tempayan dan yang tak baik dibuang. Begitu pula, dikatakan di situ, orang jahat nanti akan dipisahkan para malaikat dari kumpulan orang baik. Tujuh perumpamaan ini dimaksud untuk memberi gambaran yang penuh mengenai Kerajaan Surga. Bagaimana tafsir keseluruhannya?
HARTA DAN MUTIARA
Minggu lalu disarankan untuk mengerti perumpamaan mengenai sesawi dan ragi dengan cara berikut: biji yang sekecil sesawi saja atau ragi sedikit saja sudah bisa mengembang besar, apalagi Kerajaan Surga! Dapat juga cara ini diterapkan pada perumpamaan mengenai harta yang ditemukan di ladang dan mutiara indah yang sejak lama diinginkan seorang saudagar. Namun demikian, bila pusat perhatian kedua perumpamaan sebelumnya terletak pada kekuatan Kerajaan Surga, kini pusat perhatian beralih kepada sikap orang yang mencari kehadiran ilahi. Baik orang kaya seperti sang saudagar maupun orang yang boleh jadi hanya buruh tani itu kedua-duanya menjual semua yang ada pada mereka agar dapat membeli barang yang diinginkannya. Bila harta di ladang dan mutiara indah dapat membuat orang sedia mempertaruhkan semua yang mereka miliki, apalagi Kerajaan Surga! Wajar bila orang merelakan apa saja yang dipegang hingga kini agar bisa masuk ke dalam Kerajaan itu. |
|
Read more...
|
|
|
Hasil Greneng - greneng Pertanian |
|
Para Sahabat pemerhati Pertanian. Berikut kami sajikan hasil dari greneng- greneng Pertanian :
Dua artikel diatas dikemas dalam file pdf, sehingga sahabat perlu menginstall Acrobat Reader untuk membacanya.
|
|
| |
|
|
Pojok Ignatian |
|
" Tak ada seorang Jesuit pun boleh merasa bahwa dirinya dikecualikan dari hal yang sangat menyolok ini: yakni pengakuan bahwa dirinya adalah hamba perutusan Kristus. " P Peter-Hans Kolvenbach, S.J. |
|
|
Sekilas Info |
|
Pertemuan SJ Indonesia Tanggal : 21-22 juli 2008Tempat : RR Panti Semedi Klaten Bagi para Nostri yang membutuhkan akomodasi, jadwal acara dll. Silahkan hubungi Pater Socius atau Pater Sekretaris Provinsi. Terima kasih dan selamat bertemu di Klaten
|
|
|
Dari Argopuro 24 |
|
|
|
|